- Jual Obat Aborsi Gunung Sitoli 082221005617 Cytotec Obat Aborsi Asli Ampuh NO.01
- Pengalaman Belajar Accounting di Pusat Training Indonesia
- Kesalahan umum pengiriman paket ke luar negeri
- Dari Tali Sepatu Menjadi Peluang Usaha : Edukasi Perhitungan Laba Rugi untuk Meningkatkan Profit
- Pemanfaatan Limbah Tali Tepatu Bekas Menjadi Gantungan Kunci Bernilai Ekonomis
- Review Armada Hiace Premium dari Jakrent
- Pentingnya Wisata Keluarga untuk Membangun Kebersamaan dan Keharmonisan
- Destinasi Wisata Keluarga yang Menyenangkan dan Edukatif untuk Liburan Berkualitas
- Wisata Keluarga Sebagai Pilihan Terbaik untuk Menghabiskan Waktu Berkualitas
- Menikmati Wisata Keluarga yang Seru dan Bermakna untuk Semua Usia
Nyanyikan Anti Putin, Personel Pussy Riot Dibui

Keterangan Gambar : Pussy Riot
Rusia - Pengadilan Rusia memvonis penjara dua tahun personel band Pussy Riot karena menyanyikan lagu anti Presiden Vladimir Putin.
Pengadilan menetapkan tiga anggota band itu bersalah melakukan 'hooliganisme' dengan motivasi agama.
Hakim Marina Syrova mengatakan para anggota band "secara berhati-hati merencanakan" nyanyian mereka tanggal 21 Februari lalu di dalam katedral di Moskow. "Tolokonnikova, Alyokhina dan Samutsevich melakukan "hooliganisme" -- dengan kata lain pelanggaran berat ketertiban umum," kata Syrova.
"Pengadilan menyatakan mereka bersalah. Pengadilan meraih putusan berdasarkan kesaksian terdakwa sendiri dan bukti lain," tambahnya.
Jaksa menuntut hukuman tiga tahun penjara atas tiga anggota band itu.
Para pendukung band itu melakukan protes di sejumlah tempat di Moskow. Keamanan ketat pun diterapkan dan sejumlah jalan ditutup.
Pussy Riot mengecam kasus tersebut yang mereka katakan diorganisir Putin.
Buat Marah Gereja
Sejumah selebriti termasuk bintang pop Amerika, Madonna, menyerukan agar mereka dibebaskan.
Ketiga anggota band itu mengatakan "doa punk" mereka adalah tindak politik untuk memprotes gereja ortodoks Rusia yang mendukung Presiden Putin.
Dalam penampilan seronok mereka di dekat altar mereka meminta Bunda Maria untuk "menggeser Putin".
Nyanyian mereka membuat marah gereja Ortodoks dan ketua gereka Kirill menyebutkan penampilan itu sama saja dengan penghujatan agama. Namun sejumlah warga Rusia menganggap kasus itu sebagai upaya pemerintah membungkam kritikan.












