- PENGUATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN KEUANGAN SEDERHANA
- PERNYATAAN SIKAP PERSATUAN PEMUDA PEMATANG PANJANG DISKRIMINASI TERHADAP CALON KEPALA DESA
- Pemuda Pematang Panjang Protes Keras Dugaan Diskriminasi Calon Kepala Desa
- Ide Kerja Sampingan Fleksibel untuk Menambah Penghasilan Bulanan
- Kelebihan Menggunakan Maket Dibanding Visual Digital untuk Properti
- Cara Menginterpretasikan Output SPSS agar Mudah Dipahami dan Dijelaskan
- Rekomendasi Kegiatan Outdoor Seru Saat Gathering Kantor Di Bogor
- Tips Mudik Lebaran agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman
- Cara Menjaga Struktur Kayu Rumah Tetap Kuat dan Bebas Rayap
- Tips Memilih Ekspedisi Balikpapan Surabaya Yang Tepat Untuk Perusahaan
PENGUATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN KEUANGAN SEDERHANA
Untuk meningkatkan kesadaran menabung sejak dini (Pengabdian kepada Masyarakat di Yayasan Mutakabbir Kemang, Bogor)

Keterangan Gambar : Pengabdian kepada masyarakat
Bogor, Desa Tegal, Kec. Kemang, Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Akuntansi S1 Melakukan PKM, Literasi keuangan merupakan salah satu kompetensi dasar yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak berpengaruh besar terhadap kesejahteraan hidupnya di masa depan. Namun demikian, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di kalangan generasi muda dan masyarakat perdesaan (OJK), 2022).
Yayasan Mutakabbir yang berlokasi di Kemang, Kabupaten Bogor, merupakan lembaga pendidikan non-formal yang menampung peserta didik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Kondisi ini menjadikan penguatan literasi keuangan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak agar anak-anak dapat memahami pentingnya mengelola uang dengan baik sejak dini.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang sebagai upaya konkret dalam mengatasi permasalahan rendahnya literasi keuangan di kalangan pelajar. Melalui pelatihan perencanaan keuangan sederhana, para peserta diharapkan mampu memahami konsep dasar keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, tabungan, serta membuat keputusan keuangan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Lainnya :
- PERNYATAAN SIKAP PERSATUAN PEMUDA PEMATANG PANJANG DISKRIMINASI TERHADAP CALON KEPALA DESA 0
- Pemuda Pematang Panjang Protes Keras Dugaan Diskriminasi Calon Kepala Desa0
- Model Asal Rusia Ini Tewas Kesetrum iPhone Saat Mandi0
- Oppo A15s Resmi Meluncur dengan Helio P35, Ini Harganya0
- 401XD IT Project by BlackRose0
Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan tim pengabdi kepada 25 peserta didik di Yayasan Mutakabbir, ditemukan bahwa 50% di antaranya belum memiliki kebiasaan menabung secara rutin, dan 50% tidak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dalam konteks pengelolaan uang saku. Temuan ini memperkuat urgensi dilaksanakannya program pengabdian masyarakat dengan fokus pada literasi keuangan anak.
Kegiatan PKM dilaksanakan selama satu
hari dengan jumlah peserta sebanyak 25 siswa yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD,
SMP, hingga SMA. Kegiatan difokuskan pada penyuluhan mengenai pentingnya
literasi keuangan sejak dini, khususnya dalam memahami cara mengelola uang
saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung.
Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan simulasi sederhana mengenai
perencanaan keuangan agar mereka dapat memahami langkah-langkah dalam menyusun
tujuan keuangan dan mengatur pengeluaran secara bijak. Untuk menciptakan
suasana belajar yang lebih menarik dan tidak membosankan, kegiatan dilanjutkan
dengan sesi ice breaking yang mencakup kuis dan games edukatif yang berkaitan
dengan pengelolaan keuangan sederhana.
Selama kegiatan berlangsung, peserta
menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, terutama pada sesi kuis dan
permainan edukatif. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menjawab
pertanyaan, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat mengenai pengalaman mereka
dalam mengelola uang saku dan kebiasaan menabung. Peserta dari jenjang SD dan
SMP terlihat lebih tertarik pada permainan interaktif dan simulasi sederhana,
sedangkan peserta SMA lebih aktif dalam sesi diskusi mengenai tujuan keuangan
jangka menengah, pentingnya perencanaan tabungan, serta cara menyusun rencana
keuangan yang realistis sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka. Tingginya
partisipasi peserta menunjukkan bahwa metode penyampaian materi yang
dikombinasikan dengan aktivitas interaktif mampu meningkatkan pemahaman dan
kesadaran siswa terhadap pentingnya literasi keuangan dan kebiasaan menabung
sejak dini.
Berdasarkan hasil pelaksanaan
kegiatan, dapat diketahui bahwa pendekatan edukatif yang digunakan dalam
kegiatan PKM ini cukup efektif dalam membantu peserta memahami konsep dasar
literasi keuangan. Melalui kombinasi antara penyuluhan, simulasi, diskusi, serta
permainan edukatif, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi
juga pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Kegiatan
ini juga memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kesadaran siswa
mengenai pentingnya mengatur keuangan dan menyisihkan sebagian uang untuk
ditabung sebagai bekal dalam mencapai tujuan keuangan di masa mendatang..











