PENGUATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN KEUANGAN SEDERHANA
Untuk meningkatkan kesadaran menabung sejak dini (Pengabdian kepada Masyarakat di Yayasan Mutakabbir Kemang, Bogor)

By Rusdi 12 Mei 2026, 19:03:01 WIB Ekonomi
PENGUATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN KEUANGAN SEDERHANA

Keterangan Gambar : Pengabdian kepada masyarakat


Bogor,  Desa Tegal, Kec. Kemang, Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Akuntansi S1 Melakukan PKM, Literasi keuangan merupakan salah satu kompetensi dasar yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak berpengaruh besar terhadap kesejahteraan hidupnya di masa depan. Namun demikian, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di kalangan generasi muda dan masyarakat perdesaan (OJK), 2022).

Yayasan Mutakabbir yang berlokasi di Kemang, Kabupaten Bogor, merupakan lembaga pendidikan non-formal yang menampung peserta didik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Kondisi ini menjadikan penguatan literasi keuangan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak agar anak-anak dapat memahami pentingnya mengelola uang dengan baik sejak dini.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang sebagai upaya konkret dalam mengatasi permasalahan rendahnya literasi keuangan di kalangan pelajar. Melalui pelatihan perencanaan keuangan sederhana, para peserta diharapkan mampu memahami konsep dasar keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, tabungan, serta membuat keputusan keuangan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Lainnya :

Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan tim pengabdi kepada 25 peserta didik di Yayasan Mutakabbir, ditemukan bahwa 50% di antaranya belum memiliki kebiasaan menabung secara rutin, dan 50% tidak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dalam konteks pengelolaan uang saku. Temuan ini memperkuat urgensi dilaksanakannya program pengabdian masyarakat dengan fokus pada literasi keuangan anak.

Kegiatan PKM dilaksanakan selama satu hari dengan jumlah peserta sebanyak 25 siswa yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Kegiatan difokuskan pada penyuluhan mengenai pentingnya literasi keuangan sejak dini, khususnya dalam memahami cara mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan simulasi sederhana mengenai perencanaan keuangan agar mereka dapat memahami langkah-langkah dalam menyusun tujuan keuangan dan mengatur pengeluaran secara bijak. Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan tidak membosankan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang mencakup kuis dan games edukatif yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan sederhana.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, terutama pada sesi kuis dan permainan edukatif. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat mengenai pengalaman mereka dalam mengelola uang saku dan kebiasaan menabung. Peserta dari jenjang SD dan SMP terlihat lebih tertarik pada permainan interaktif dan simulasi sederhana, sedangkan peserta SMA lebih aktif dalam sesi diskusi mengenai tujuan keuangan jangka menengah, pentingnya perencanaan tabungan, serta cara menyusun rencana keuangan yang realistis sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa metode penyampaian materi yang dikombinasikan dengan aktivitas interaktif mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya literasi keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, dapat diketahui bahwa pendekatan edukatif yang digunakan dalam kegiatan PKM ini cukup efektif dalam membantu peserta memahami konsep dasar literasi keuangan. Melalui kombinasi antara penyuluhan, simulasi, diskusi, serta permainan edukatif, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kesadaran siswa mengenai pentingnya mengatur keuangan dan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung sebagai bekal dalam mencapai tujuan keuangan di masa mendatang..




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment