Peningkatan Pengelolaan Keuangan Remaja Melalui Edukasi Menunda Keinginan Untuk Menumbuhkan
Kesadaran Menabung Sejak Dini di Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor

By Rusdi 15 Mei 2026, 18:42:45 WIB Ekonomi
Peningkatan Pengelolaan Keuangan Remaja Melalui Edukasi Menunda Keinginan Untuk Menumbuhkan

Keterangan Gambar : kegiatan PKM Mahasiswa Akuntansi S1 Universitas Pamulang


Bogor, 15 Mei 2026 - Pendidikan literasi keuangan sejak dini merupakan upaya strategis untuk membentuk pola pikir remaja agar lebih bijak dalam mengelola uang saku, khususnya di era digital yang cenderung mendorong perilaku konsumtif. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Yayasan Mutakabbir dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengendalikan keinginan dalam membeli barang-barang yang kurang diperlukan, sehingga para remaja mampu lebih bijak dalam menggunakan uang saku. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi, serta simulasi pengelolaan keuangan sederhana yang diikuti oleh 25 orang remaja di Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana para remaja kini mampu mengklasifikasikan skala prioritas antara kebutuhan mendesak dengan keinginan sasaat. Selain itu, melalui edukasi ini, para peserta mulai mempraktikkan kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung secara disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Dengan demikian, para remaja diharapkan dapat membangun kebiasaan finansial yang lebih baik serta memiliki kesiapan dalam menghadapi kebutuhan ekonomi di masa depan. 

Menabung  merupakan  kegiatan  menyisihkan sebagian uang atau pendapatan yang dimiliki untuk disimpan dengan tujuan untuk mengelola uang tersebut.Manfaat menabung bisa diperoleh hasilnya ketika kita menjalani kegiatan menabung ini secara rutin dan tekun. Hal tersebut bertujuan untuk menjalankan  pola  hidup  hemat  dan  juga  merupakan  pembangunan  karakteristik  untuk  tidak menghamburkan uang yang semestinya diterapkan sejak dini.   

Remaja merupakan tahap usia yang mulai belajar bersikap mandiri dalam berbagai aspek kehidupan.  Pada  masa  ini,  remaja  sudah  mulai  menerima  dan  menggunakan  uang  saku  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli makanan, transportasi, maupun keperluan sekolah. Namun  oada kenyataannya masih banyak remaja yang menggunakan uang satu untuk memenuhi keinginan sesaat tanpa mempertimbangkan prioritas kebutuhan. Kebiasaan membeli barang karena mengikuti tren atau pengaruh lingkungan sering kali membuat remaja sulit mengontrol pengeluaran dan kurang memiliki kebiasaan menabung.  

Baca Lainnya :

Padahal,  uang  saku  dapat  dimanfaatkan  sebagai  media  pembelajaran  dalam  membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik. Melalui pengelolaan uang saku, remaja dapat belajar Menyusun prioritas kebutuhan, mengendalikan keinginan, serta menyisihkan Sebagian uang untuk di tabung.  Menurut  Otoritas  Jasa  Keuangan  (2022),  literasi  keuangan  perlu  ditanamkan  sejak  usia sekolah agar generasi muda memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari perilaku konsumtif, serta mampu merencanakan keuangan untuk masa depan. Sejalan dengan hak tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Nugroho (2020) menunjukkan bahwa remaja yang memperoleh edukasi keuangan sejak dini memiliki Tingkat pemahaman dan perilaku pengelolaan keuangan yang lebih baik dibandingkan remaja yang tidak memoeroleh edukasi serupa.  

Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor yang berlokasi di Perumahan Panorama Kemang E1/10, Kecamatan  Kemang,  Kabupaten  Bogor,  Jawa  Barat  merupakan  Lembaga  sosial  dan  Pendidikan non-formal yang berperan dalam mendukung pembinaan pendidikan, pengembangan karakter, serta peningkatan keterampilan remaja melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Lingkungan Yayasan yang  aktif  dalam  kegiatan  pembinaan  menjadikan  tempat  ini  sesuai  sebagai  lokasi  pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), khususnya dalam bidang pengelolaan keuangan remaja. 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan di Yayasan Mutakabbir, ditemukan bahwa Sebagian besar siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) – Sekolah Menengah Atas (SMA) masih belum memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan sederhana. Sebagian besar  siswa  cenderung  menggunakan  uang  saku  untuk  membeli  jajan  atau barang yang bersifat keinginan sesaat tanpa menyisihkan Sebagian uang untuk ditabung. Selain itu, masih banyak siswa yang  belum  mampu  membedakan  antara  kebutuhan  dengan  keinginan  dalam  penggunaannuang sehari-hari.  

Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya edukasi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM)  mengenai  pengelolaan  keuangan  bagi  siswa  di  Yayasan  Mutakabbir  melalui pembiasaan menunda keinginan guna menumbuhkan kesadaran menabung sejak dini. Edukasi ini diharapkan mampu membantu siswa memahami pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, sehingga mereka dapat menggunakan uang saku secara lebih bijaksana.   

Kegiatan  Pengabdian  Kepada  Masyarakat  (PKM)  dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif  yang  menekankan  keterlibatan  aktif  peserta  selama  kegiatan  berlangsung. Menurut Gilmore et al.(2014), pendekatan partisipatif dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran karena  peserta  terlibat  secara  langsung  dalam  proses  kegiatan.  Data  kegiatan  dipeoleh  melalui observasi, interaksi langsung dengan siswa, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan.  

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi menggunakan media presentasi (PPT)  mengenai  pentingnya  pengelolaan  keuangan,  kemampuan  membedakan  kebutuhan  dan keinginan, serta pentingnya menabung sejak dini. Selain penyampaian materi, kegiatan juga disertai sesi tanya jawab dengan para siswa dan games interaktif yang menyenangkan untuk meningkatkan partisipasi serta pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Metode pembelajaran interaktif dipilih  karena dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan dasar.      Diharapkan ilmu yang didapat dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) dapat memberikan semangat  baru  kepada  mereka  dan  dari  materi  yang  dapat  disampaikan  memberikan  mereka motivasi,harapan  dapat  menabung  dan  memahami  pertumbuhan  uang  di  sekolah,masyarakat dan keluarga serta berkontribusi pada lingkungan hidup dan generasi yang lebih Muda. 

Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menunjukkan hasil yang positif  terhadap  peningkatan  pemahaman  siswa  mengenai  pengelolaan  keuangan  sederhana. Berdasarkan  hasil observasi selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias dan aktif dalam mengikuti  pemaparan  materi,  games  interaktif,  serta  sesi  tanya  jawab.  Sebelum  kegiatan  ini dilaksanakan sebagian siswa belum memahami pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam  penggunaan  uang  saku  sehari-hari.  Namun,  setelah  kegiatan  berlangsung  siswa  mulai memahami  penitngnya  mengelola uang saku secara lebih bijaksana dan menyisihkan uang untuk ditabung.  

Games interaktif dan sesi pertanyaan juga membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah karena proses pembelajaran berlangsung secara menyenangkan dan komunikatif. Siswa mulai menunjukan  kesadaran  mengenai  penitngnya  menunda  keinginan  yang  kurang  diperlukan  demi kebutuhan yang lebih penting dimasa mendatang. Hal ini sejalan dengan pendapat Herdjiono et al. (2023)  yang  menyatakan  bahwa  pembentukan  perilaku  keuangan  yang  baik  dapat  ditingkatkan melalui  edukasi  dan  pembiasaan  sederhana  sejak  usia  dini.  Secara  keseluruhan,  kegiatan  ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengelolaan keuangan dan kebiasaan menabung sejak  dini  dan  diharapkan  kegiatan  ini  diharapkan  dapat  membantu  siswa  membentuk  perilaku keuangan yang lebih bijaksana, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

UCAPAN TERIMA KASIH   

Penulis menyadari bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak yang luar biasa. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pengurus dan keluarga besar Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor, atas sambutan hangat, partisipasi aktif, dan kerja sama yang diberikan selama kegiatan ini berlangsung. Dukungan dan keterbukaan yang diberikan menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini.  

Ucapan  terima  kasih  juga  ditujukan kepada Yayasan Mutakabbir yang telah memberikan fasilitas dan dukungan administratif selama pelaksanaan kegiatan ini. Penulis menyampaikan apresiasi khusus  kepada  Bapak  Dr.  Rusdi, S.P., M.Si., selaku dosen pembimbing, yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan masukan yang sangat berharga sejak tahap perencanaan hinggap penyusunan laporan kegiatan ungkap salah satu tim pelaksana Pengabdian kepada masyarakat. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment