- Peningkatan Pengelolaan Keuangan Remaja Melalui Edukasi Menunda Keinginan Untuk Menumbuhkan
- Kritik Kiai Cabul dan pentingnya daya kritis santri
- TOKO GD PUPUK MAHKOTA LADANG TANI LENGKAP DAN MURAH DI SERUYAN
- PENGUATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN KEUANGAN SEDERHANA
- PERNYATAAN SIKAP PERSATUAN PEMUDA PEMATANG PANJANG DISKRIMINASI TERHADAP CALON KEPALA DESA
- Pemuda Pematang Panjang Protes Keras Dugaan Diskriminasi Calon Kepala Desa
- Ide Kerja Sampingan Fleksibel untuk Menambah Penghasilan Bulanan
- Kelebihan Menggunakan Maket Dibanding Visual Digital untuk Properti
- Cara Menginterpretasikan Output SPSS agar Mudah Dipahami dan Dijelaskan
- Rekomendasi Kegiatan Outdoor Seru Saat Gathering Kantor Di Bogor
Peningkatan Pengelolaan Keuangan Remaja Melalui Edukasi Menunda Keinginan Untuk Menumbuhkan
Kesadaran Menabung Sejak Dini di Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor

Keterangan Gambar : kegiatan PKM Mahasiswa Akuntansi S1 Universitas Pamulang
Bogor, 15 Mei 2026 - Pendidikan literasi keuangan sejak dini merupakan upaya strategis untuk membentuk pola pikir remaja agar lebih bijak dalam mengelola uang saku, khususnya di era digital yang cenderung mendorong perilaku konsumtif. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Yayasan Mutakabbir dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengendalikan keinginan dalam membeli barang-barang yang kurang diperlukan, sehingga para remaja mampu lebih bijak dalam menggunakan uang saku. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi, serta simulasi pengelolaan keuangan sederhana yang diikuti oleh 25 orang remaja di Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana para remaja kini mampu mengklasifikasikan skala prioritas antara kebutuhan mendesak dengan keinginan sasaat. Selain itu, melalui edukasi ini, para peserta mulai mempraktikkan kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung secara disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Dengan demikian, para remaja diharapkan dapat membangun kebiasaan finansial yang lebih baik serta memiliki kesiapan dalam menghadapi kebutuhan ekonomi di masa depan.
Menabung merupakan kegiatan menyisihkan sebagian uang atau pendapatan yang dimiliki untuk disimpan dengan tujuan untuk mengelola uang tersebut.Manfaat menabung bisa diperoleh hasilnya ketika kita menjalani kegiatan menabung ini secara rutin dan tekun. Hal tersebut bertujuan untuk menjalankan pola hidup hemat dan juga merupakan pembangunan karakteristik untuk tidak menghamburkan uang yang semestinya diterapkan sejak dini.
Remaja merupakan tahap usia yang mulai belajar bersikap mandiri dalam berbagai aspek kehidupan. Pada masa ini, remaja sudah mulai menerima dan menggunakan uang saku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli makanan, transportasi, maupun keperluan sekolah. Namun oada kenyataannya masih banyak remaja yang menggunakan uang satu untuk memenuhi keinginan sesaat tanpa mempertimbangkan prioritas kebutuhan. Kebiasaan membeli barang karena mengikuti tren atau pengaruh lingkungan sering kali membuat remaja sulit mengontrol pengeluaran dan kurang memiliki kebiasaan menabung.
Baca Lainnya :
- TOKO GD PUPUK MAHKOTA LADANG TANI LENGKAP DAN MURAH DI SERUYAN0
- PENGUATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN KEUANGAN SEDERHANA 0
- PERNYATAAN SIKAP PERSATUAN PEMUDA PEMATANG PANJANG DISKRIMINASI TERHADAP CALON KEPALA DESA 0
- Pemuda Pematang Panjang Protes Keras Dugaan Diskriminasi Calon Kepala Desa0
- Model Asal Rusia Ini Tewas Kesetrum iPhone Saat Mandi0
Padahal, uang saku dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dalam membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik. Melalui pengelolaan uang saku, remaja dapat belajar Menyusun prioritas kebutuhan, mengendalikan keinginan, serta menyisihkan Sebagian uang untuk di tabung. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (2022), literasi keuangan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari perilaku konsumtif, serta mampu merencanakan keuangan untuk masa depan. Sejalan dengan hak tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Nugroho (2020) menunjukkan bahwa remaja yang memperoleh edukasi keuangan sejak dini memiliki Tingkat pemahaman dan perilaku pengelolaan keuangan yang lebih baik dibandingkan remaja yang tidak memoeroleh edukasi serupa.
Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor yang berlokasi di Perumahan Panorama Kemang E1/10, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan Lembaga sosial dan Pendidikan non-formal yang berperan dalam mendukung pembinaan pendidikan, pengembangan karakter, serta peningkatan keterampilan remaja melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Lingkungan Yayasan yang aktif dalam kegiatan pembinaan menjadikan tempat ini sesuai sebagai lokasi pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), khususnya dalam bidang pengelolaan keuangan remaja.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan di Yayasan Mutakabbir, ditemukan bahwa Sebagian besar siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) – Sekolah Menengah Atas (SMA) masih belum memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan sederhana. Sebagian besar siswa cenderung menggunakan uang saku untuk membeli jajan atau barang yang bersifat keinginan sesaat tanpa menyisihkan Sebagian uang untuk ditabung. Selain itu, masih banyak siswa yang belum mampu membedakan antara kebutuhan dengan keinginan dalam penggunaannuang sehari-hari.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya edukasi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengenai pengelolaan keuangan bagi siswa di Yayasan Mutakabbir melalui pembiasaan menunda keinginan guna menumbuhkan kesadaran menabung sejak dini. Edukasi ini diharapkan mampu membantu siswa memahami pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, sehingga mereka dapat menggunakan uang saku secara lebih bijaksana.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta selama kegiatan berlangsung. Menurut Gilmore et al.(2014), pendekatan partisipatif dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran karena peserta terlibat secara langsung dalam proses kegiatan. Data kegiatan dipeoleh melalui observasi, interaksi langsung dengan siswa, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi menggunakan media presentasi (PPT) mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung sejak dini. Selain penyampaian materi, kegiatan juga disertai sesi tanya jawab dengan para siswa dan games interaktif yang menyenangkan untuk meningkatkan partisipasi serta pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Metode pembelajaran interaktif dipilih karena dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan dasar. Diharapkan ilmu yang didapat dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) dapat memberikan semangat baru kepada mereka dan dari materi yang dapat disampaikan memberikan mereka motivasi,harapan dapat menabung dan memahami pertumbuhan uang di sekolah,masyarakat dan keluarga serta berkontribusi pada lingkungan hidup dan generasi yang lebih Muda.
Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menunjukkan hasil yang positif terhadap peningkatan pemahaman siswa mengenai pengelolaan keuangan sederhana. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias dan aktif dalam mengikuti pemaparan materi, games interaktif, serta sesi tanya jawab. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan sebagian siswa belum memahami pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam penggunaan uang saku sehari-hari. Namun, setelah kegiatan berlangsung siswa mulai memahami penitngnya mengelola uang saku secara lebih bijaksana dan menyisihkan uang untuk ditabung.
Games interaktif dan sesi pertanyaan juga membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah karena proses pembelajaran berlangsung secara menyenangkan dan komunikatif. Siswa mulai menunjukan kesadaran mengenai penitngnya menunda keinginan yang kurang diperlukan demi kebutuhan yang lebih penting dimasa mendatang. Hal ini sejalan dengan pendapat Herdjiono et al. (2023) yang menyatakan bahwa pembentukan perilaku keuangan yang baik dapat ditingkatkan melalui edukasi dan pembiasaan sederhana sejak usia dini. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengelolaan keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini dan diharapkan kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa membentuk perilaku keuangan yang lebih bijaksana, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis menyadari bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak yang luar biasa. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pengurus dan keluarga besar Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor, atas sambutan hangat, partisipasi aktif, dan kerja sama yang diberikan selama kegiatan ini berlangsung. Dukungan dan keterbukaan yang diberikan menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Yayasan Mutakabbir yang telah memberikan fasilitas dan dukungan administratif selama pelaksanaan kegiatan ini. Penulis menyampaikan apresiasi khusus kepada Bapak Dr. Rusdi, S.P., M.Si., selaku dosen pembimbing, yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan masukan yang sangat berharga sejak tahap perencanaan hinggap penyusunan laporan kegiatan ungkap salah satu tim pelaksana Pengabdian kepada masyarakat.











