Seorang GURU yang Mengadu Nasib di Ibu Kota #Kisah Inspiratif Omar Faruk CEO KEBAB
Mr. Faruk Panggil Akrabnya.

By Rusdi 17 Mei 2026, 09:46:26 WIB Kuliner
Seorang GURU yang Mengadu Nasib di Ibu Kota #Kisah Inspiratif Omar Faruk CEO KEBAB

Cilengsi, Kab. Bogor. Seorang Guru yang sangat inspiratif Setiap hari pukul 07.00, Mr Faruk sudah berdiri di depan kelas, memegang mushaf dan papan tulis kecil. Suaranya tenang saat membimbing anak-anak melafalkan huruf hijaiyah, membetulkan bacaan, dan menyelipkan arti ayat biar nggak cuma dibaca tapi juga dipahami. Murid-muridnya tahu, kalau ada yang salah baca, beliau tegur pelan. Kalau ada yang semangat, beliau kasih permen dari saku.


Bel pulang sekolah berbunyi, suasana berubah. Jas dan pecinya diganti kaos dan celemek merah. Di depan Alfamidi, gerobak "Arabic Kebab" miliknya mulai menyala lampu. Asap tipis dan aroma daging panggang perlahan menggantikan bau kapur tulis.

Baca Lainnya :


Awalnya Mr Faruk buka usaha ini bukan karena mau kaya. Gaji guru Al Qur'an memang berkah, tapi pas-pasan untuk kebutuhan keluarga dan tabungan untuk  biaya sekolah anak. Dulu waktu mondok, beliau pernah bantu koki di dapur pesantren. Dari situ jatuh cinta sama dunia masak.


Kini sore-harinya terbagi dua peran. Di kelas, ia guru yang sabar ngajarin tajwid. Di gerobak, ia penjual yang hapal pelanggan langganan. "Mbak, masih mau pedas level 3 kan?" katanya sambil tersenyum. Anak-anak sekolah yang lewat sering godain: "Ustadz, kalau hafalan lancar dapet diskon nggak?" Dan beliau biasanya balas, "Kalau lancar, kebabnya gratis satu. Biar semangat."


Orang kampung awalnya kaget. Guru ngaji kok jualan di pinggir jalan? Tapi lama-lama mereka paham. Mr Faruk nggak pernah telat ngajar, nggak pernah kasar, dan kebabnya memang enak. Dari gerobak merah itu, ia belajar satu hal: rezeki itu luas, asal niatnya dijaga. Ngajarin Al Qur'an itu ibadah, cari nafkah dengan tangan sendiri juga ibadah.


Sekarang gerobaknya jadi tempat nongkrong kecil. Murid, wali murid, bahkan bapak-bapak habis pulang kerja mampir. Sambil nunggu kebab matang, obrolannya sering nyambung ke ayat yang tadi dipelajari di sekolah.


Kalau kamu punya guru seperti Mr Faruk, hal apa dari beliau yang paling bikin kamu ingat?




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment