- Dari Tali Sepatu Menjadi Peluang Usaha : Edukasi Perhitungan Laba Rugi untuk Meningkatkan Profit
- Pemanfaatan Limbah Tali Tepatu Bekas Menjadi Gantungan Kunci Bernilai Ekonomis
- Review Armada Hiace Premium dari Jakrent
- Pentingnya Wisata Keluarga untuk Membangun Kebersamaan dan Keharmonisan
- Destinasi Wisata Keluarga yang Menyenangkan dan Edukatif untuk Liburan Berkualitas
- Wisata Keluarga Sebagai Pilihan Terbaik untuk Menghabiskan Waktu Berkualitas
- Menikmati Wisata Keluarga yang Seru dan Bermakna untuk Semua Usia
- Wisata Keluarga: Cara Menciptakan Momen Berharga Bersama Orang Tercinta
- Mengenalkan Anak Asrama Dompet Yatim & Dhuafa Jombang Kelola Uang, Lewat Dongeng dan Kreasi Celengan
- 5 Cara Memanfaatkan Backlink untuk Meningkatkan DA
Seorang GURU yang Mengadu Nasib di Ibu Kota #Kisah Inspiratif Omar Faruk CEO KEBAB
Mr. Faruk Panggil Akrabnya.

Cilengsi, Kab. Bogor. Seorang Guru yang sangat inspiratif Setiap hari pukul 07.00, Mr Faruk sudah berdiri di depan kelas, memegang mushaf dan papan tulis kecil. Suaranya tenang saat membimbing anak-anak melafalkan huruf hijaiyah, membetulkan bacaan, dan menyelipkan arti ayat biar nggak cuma dibaca tapi juga dipahami. Murid-muridnya tahu, kalau ada yang salah baca, beliau tegur pelan. Kalau ada yang semangat, beliau kasih permen dari saku.
Bel pulang sekolah berbunyi, suasana berubah. Jas dan pecinya diganti kaos dan celemek merah. Di depan Alfamidi, gerobak "Arabic Kebab" miliknya mulai menyala lampu. Asap tipis dan aroma daging panggang perlahan menggantikan bau kapur tulis.
Baca Lainnya :
- Peningkatan Pengelolaan Keuangan Remaja Melalui Edukasi Menunda Keinginan Untuk Menumbuhkan 0
- TOKO GD PUPUK MAHKOTA LADANG TANI LENGKAP DAN MURAH DI SERUYAN0
- PENGUATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN KEUANGAN SEDERHANA 0
- PERNYATAAN SIKAP PERSATUAN PEMUDA PEMATANG PANJANG DISKRIMINASI TERHADAP CALON KEPALA DESA 0
- Pemuda Pematang Panjang Protes Keras Dugaan Diskriminasi Calon Kepala Desa0
Awalnya Mr Faruk buka usaha ini bukan karena mau kaya. Gaji guru Al Qur'an memang berkah, tapi pas-pasan untuk kebutuhan keluarga dan tabungan untuk biaya sekolah anak. Dulu waktu mondok, beliau pernah bantu koki di dapur pesantren. Dari situ jatuh cinta sama dunia masak.
Kini sore-harinya terbagi dua peran. Di kelas, ia guru yang sabar ngajarin tajwid. Di gerobak, ia penjual yang hapal pelanggan langganan. "Mbak, masih mau pedas level 3 kan?" katanya sambil tersenyum. Anak-anak sekolah yang lewat sering godain: "Ustadz, kalau hafalan lancar dapet diskon nggak?" Dan beliau biasanya balas, "Kalau lancar, kebabnya gratis satu. Biar semangat."
Orang kampung awalnya kaget. Guru ngaji kok jualan di pinggir jalan? Tapi lama-lama mereka paham. Mr Faruk nggak pernah telat ngajar, nggak pernah kasar, dan kebabnya memang enak. Dari gerobak merah itu, ia belajar satu hal: rezeki itu luas, asal niatnya dijaga. Ngajarin Al Qur'an itu ibadah, cari nafkah dengan tangan sendiri juga ibadah.
Sekarang gerobaknya jadi tempat nongkrong kecil. Murid, wali murid, bahkan bapak-bapak habis pulang kerja mampir. Sambil nunggu kebab matang, obrolannya sering nyambung ke ayat yang tadi dipelajari di sekolah.
Kalau kamu punya guru seperti Mr Faruk, hal apa dari beliau yang paling bikin kamu ingat?












